Tampilkan postingan dengan label bahasa indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bahasa indonesia. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 22 September 2012

apa itu puisi?

1.  Puisi adalah Karya sastra dengan bahasa yang dipadatkan,
     dipersingkat dan diberi irama dengan bunyi yang padu dan
     pemilihan kata - kata kias ( Imajinatif ).

2. Ciri - Ciri Puisi :

A. Ciri Kebahasaan / Lahir / Fisik
     - Pemadatan Bahasa
       Puisi berbentuk Larik dan Bait, Larik - larik puisi memiliki
       makna yang lebih luas dari pada
       kalimat. Bahasa dalam puisi dipadatkan agar berkekuatan gaib.
       ( Kata memiliki makna yang lebih luas )
       Contoh :
                                 Tuhan            
              Cipt: Chairil Anwar


     Tuhanku..
     Dalam Termangu
     Aku masih menyebut namamu

          Biar susah sungguh
          Mengingat kau penuh seluruh
          .......

B. Diksi ( Pemilihan Kata Khas dalam Puisi )
    Kata - kata dalam puisi bukan kata - kata untuk prosa /
    bahasa sehari - hari.
    - Gaya Bahasa / Majas / Makna Kias
       Merupakan kata - kata yang bermakna konotatif

       Contoh : 
                            Sangat Menyesal
                               Cipt : Hajmy

        Pagiku hilang sudah melayang
        Hari mudaku telah pergi
        Kini petang datang membayang
        Batang usiaku sudah tinggi

   - Lambang 
     yaitu penggantian suatu hal dengan hal / benda lainnya.
     Contoh : Bendera, Warna

   - Persamaan Bunyi / Rima
      Rima merupakan persamaan bunyi dalam baris puisi maupun
      dari 1 baris ke baris lainnya. Bunyi - bunyi
      yang berulang akan menciptakan konsentrasi dan kekuatan bahasa.
      Contoh :
      Pagiku hilang sudah melayang
      Hari mudaku sudah pergi
      Kini petang datang membayang
      Batang usiaku sudah tinggi

C. Kata Konkrit
     Digunakan untuk menggambarkan sesuatu secara lebih konkrit / jelas.
     Contoh :
     Dengan kuku - kuku besi, kuda menebah perut bumi.
     ......

D. Pengimajian / Citraan / Imaji
     Citraan merupakan pengungkapan dalam puisi yang acuan
     maknanya bersifat indrawi ( Berhubungan
     dengan panca Indera ).
     Jenis Citraan :
     1. Citraan Penglihatan / Visual adalah Penciptaan kata - kata / ungkapan
         yang menyebabkan pembaca 
         seolah - olah melihat apa yang digambarkan oleh penyair.
     Contohnya :
     Ditengah - tengah tanaman muda
     Petani berdiri dengan senangnya
     Memandang ladang penuh kekayaan
     Tumbuh - tumbuhan banyak macamnya
     Membayangkan datang zaman sentosa



Rabu, 02 November 2011

PUISI LAMA

1. Puisi lama adalah Puisi yang memiliki aturan aturan :
     - Jumlah baris dalam satu bait
     - Jumlah suku kata tiap baris
     - Persajakan / Rima ( Persamaan bunyi )
     - Irama
     - Jumlah kata dalam satu baris.

2. Jenis - Jenis Puisi Lama :
  • Pantun, ciri - cirinya :
      - Bersajak a-b-a-b / a-a-a-a
      - Baris 1 dan 2 merupakan Sampiran
      - Baris 3 dan 4 merupakan Isi
      - Tiap baris terdiri dari 8 - 12 suku kata
      - Setiap bait terdiri dari 4 baris.

Contoh :
* Kemumu di tengah pekan
   Diembus angin jatuh ke bawah
   Ilmu yang tidak diamalkan
   Bagai pohon tidak berbuah

* Elok rupanya pohon belimbing
   Tumbuh di dekat limau tungga
   Elok berbini orang sumbing
   Biar marah tertawa juga

  • Karmina / Pantun Kilat, ciri - cirinya :
      - Terdiri dari 2 - 4 baris
      - Jika 2 baris (bersajak a-a),
         sedangkan 4 baris (bersajak a-b-a-b)
      - Jika 2 baris (baris pertama merupakan sampiran,
         baris kedua merupakan isi)
      - Jika 4 baris (baris 1 dan 2, merupakan sampiran,
         baris 3 dan 4 merupakan isi)
      - Jumlah suku kata 8 - 12 suku kata / 4 - 6 suku kata.

Contoh :
* Sudah gaharu, cendana pula
   Sudah tau, bertanya pula

* Kura - kura di dalam perahu
   Pura - pura tidak tahu
  • Syair, ciri - cirinya :
      - Setiap bait terdiri dari 4 baris
      - Setiap baris terdiri dari 8 - 12 suku kata
      - Bersajak sama ( a-a-a-a )
      - Semua merupakan isi
      - Berasal dari Arab

Contoh :
* Pada zaman dahulu kala
   Tersebutlah sebuah cerita
   Sebuah negeri yang Aman Sentosa
   Dipimpin oleh Sang Raja yang Bijaksana

* Hatiku gundah bukan kepalang
   Mengharap kasih belum datang
   Siang malam terbayang - bayang
   Datanglah wahai kasihku seseorang

  • Gurindam, ciri - cirinya :
     - Bersajak a-a, b-b, c-c, dst
     - Isinya merupakan nasihat, menjelaskan hubungan sebab akibat.
     - Berasal dari Tamil ( India )

Contoh :
* Kurang Pikir Kurang Siasat
   Tentu dirimu akan tersesat

* Barang Siapa Tinggalkan Sembahyang
   Bagai rumah tiada bertiang

* Jika Suami Tiada Berhati Lurus
   Istripun kelak menjadi kurus

  • Mantra adalah Puisi berisi kata-kata yang mengandung 
          kekuatan/gaib.( Berkaitan dengan adat dan kepercayaan)

Contoh :
* Asal mualaikum Putri Satulung Besar yang
   beralun berilir simayang
   Mari kecil, kemari
   Aku menyanggul rambutmu
   Aku membawa sadap gading
   Aku membasih mukamu.

Kamis, 24 Maret 2011

Pangeran Diponegoro

Di masa pembangunan ini 
tuan hidup kembali 
Dan bara kagum menjadi api 

Di depan sekali tuan menanti 
Tak gentar. Lawan banyaknya seratus kali. 
Pedang di kanan, keris di kiri 
Berselempang semangat yang tak bisa mati. 

MAJU 

Ini barisan tak bergenderang-berpalu 
Kepercayaan tanda menyerbu. 

Sekali berarti 
Sudah itu mati. 

MAJU 

Bagimu Negeri 
Menyediakan api. 

Punah di atas menghamba 
Binasa di atas ditindas 
Sesungguhnya jalan ajal baru tercapai 
Jika hidup harus merasai 

Maju 
Serbu 
Serang 
Terjang

Karya : Chairil Anwar 

Minggu, 20 Maret 2011

Puisinya Chairil Anwar

AKU

Karya : Chairil Anwar





Kalau sampai waktuku
Ku mau tak seorangkan merayu
Tidak juga kau

Tidak perlu seduh sedan itu


Aku ini binatang jalang
Dari kumpulan yang terbuang

Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang


Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari

Hingga hilang pedih perih
Dan aku lebih tidak peduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi